Konon ada seorang darwis yang dikenal oleh para guru sufi sebagai pelayan seorang syekh di wilayah utara. kesehariannya hampir tak luput dari kegiatan melayani syekh agung tersebut.

Karena kesibukannya itu, syekh dan para guru sufi bersekongkol untuk membuatnya lupa kepada dunianya. Akhirnya terjadilah apa yang dibuatkan oleh mereka. Yakni keadaan sang darwis yang begitu terhimpit dunia, sepertinya dunia segan untuk mendekatinya. Bahkan seandainya ia tak punya rumah, mungkin ia akan pernah kembali. Seandainya ia tak punya isteri, mungkin ia tak kan pernah mendatanginya.

Semua diciptakan terlihat aneh. Ia pulang ke rumah, beberapa saat kemudian, tak lebih dari 5 menit, ia kembali ke syekh. Sesaat bercengkerama dengan anaknya yang tidak tahu apa-apa tentang dunia, tak lama ia pergi lagi meninggalkan dunia.

Bahkan kadang bersama syekh pergi berdua menemui alloh. Disana mereka tak lama, hanya beberapa saat, kembali lagi ke bumi. Kejadian ini terulang selama 82 kali.

Keanehan yang terjadi bukan pada dunia, tanah, tumbuhan, pohon, batu, krikil, dedaunan, awan, langit, angin, dan semua yang ada di sekitarnya. Semua tak biasa, keanehan seringkali ia rasakan pada matanya, hidungnya, telinganya, tangan, dan kakinya, bahkan mulutnya. Semua indera yang ia miliki terkadang berubah.

Memang pada awalnya, perubahan itu janggal, tangan jadi kaki, hidung jadi mulut, mata jadi telinga. Namun setelah sang syekh menjadi pembimbingnya yang berhasil menemukan diri darwis di alam sana, sang syekh menjadi semua indera bagi diri darwis. Semua dibuatnya janggal dan tak biasa. Apalagi tetangganya, mereka hampir putus kepala dari tubuhnya, namun darwis berhasil menyatukannya kembali. Bahkan ada yang hampir mati hingga akhirnya diakhirilah hidupnya oleh alloh atas kehendak darwis meskipun ia tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi.