Jam’iatul Qurra’ Wal Huffadz Mahasiswa Dakwah Qurani (JQH MADANI)

Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Madani (JQH Madani) adalah salah satu organisasi mahasiswa yang berada di bawah naungan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Sirnarasa. Ruh dari organisasi ini sudah ada sejak berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Sirnarasa pada tahun 2014, namun baru secara resmi didirikan secara organisasional formal pada tanggal 2 Desember 2018. Diresmikan langsung oleh Ketua STID Sirnarasa, Dr. KH. Syuhudul Anwar, M. Ag.

Tentu penamaan Madani sendiri tidak sekedar simbolisasi sebuah nama organisasi saja, dan tidak pula tanpa adanya arti filosofis. Secara literlek, Madani berarti suatu komunitas berperadaban. Hal ini sesuai dengan cita-cita pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Sirnarasa, Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul QS, yakni mewujudkan peradaban dunia. Serta penamaan Madani merupakan singkatan dari Mahasiswa Dakwah Qur’ani. Diharapkan melalui organisasi ini tercipta suatu budaya mahasiswa dakwah yang berjiwa Qurani dalam balutan nuansa sufistik yang kental di STID Sirnarasa.

Kegiatan UKM JQH Madani berkonsentrasi di bidang kerohanian melalui beberapa divisi yang memiliki aspek kajian dan kesenian Islam, di antaranya:

  1. Divisi Tilawah. Divisi ini mengkaji Al-Qur’an dengan seni islam yakni Tilawah. Tilawah adalah pembacaan Al-Qur’an dengan nada atau lagu indah yang telah ditentukan sesuai makharijul huruf dan tajwidnya.
  2. Divisi Tahfidz. Divisi ini mengkaji Al-Qur’an dengan metode menjaga kemurnian atau menghafal Al-Qur’an.
  3. Divisi Tafsir dan Bahtsul Kutub. Divisi ini mengkaji berbagai pedoman Islam, baik mengkaji Al-Qur’an dan Al-Hadits maupun kitab-kitab kuning karangan para ulama’.
  4. Divisi Kaligrafi. Divisi ini mengkaji Al-Qur’an, Hadits dan dalil-dalil islam lainnya lewat seni menulis dengan huruf indah sesuai kaidah yang telah ditentukan.
  5. Divisi Seni Islami. Divisi yang satu ini berkonsentrasi pada syiar islam berbasis seni musik. Lewat berbagai sholawat yang dilantunkan diiringi musik-musik tradisional islam. Dengan berkembangnya zaman juga menggunakan musik-musik modern.
  6. Divisi Bahasa Arab. Divisi ini lebih fokus pada pendalaman berbahasa arab. Mulai kosakata, percakapan dan sebagainya.

Alhamdulillah, kini Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Madani (UKM-JQH Madani), sedikit demi sedikit mengalami kemajuan dengan memanfaatkan kerjasama dari berbagai departemen (seksi) yang ada didalamnya. Selain itu, UKM JQH Madani juga sering berpartisipasi di berbagai event untuk lebih dikenal ditengah masyarakat, baik event yang diadakan oleh Pemerintah Daerah, Institusi, Kampus atau pihak internal Yayasan Sirnarasa Cisirri. Diantaranya event lomba tingkat Nasional SAHARA PBA UIN Bandung (2019), event lomba mahasiswa se-Jawa dan Bali di QA Fair FK-UNPAD (2019), event Barjanzi Tingkat Propinsi (2018) dan lain sebagainya. JQH Madani juga telah meraih beberapa prestasi diantaranya, Juara II Syarhil Quran Kabupaten Ciamis Tahun (2015), Juara III Fahmil Quran Kabupaten Ciamis (2015), Juara I Festival Barjanzi se-Priangan Timur (2018), Juara II LCC Mahasiswa se-Pulau Jawa (2019).

Tentunya hal tersebut belumlah dapat dikatakan maksimal, namun cukup memacu para anggota untuk mengoptimalkan bakat yang dimiliki. Semoga JQH Madani senantiasa maju dan jaya sehingga dapat mencetak kader -kader dakwah berjiwa Qurani, yang dapat mengharumkan dan membanggakan almamter tercinta, STID Sirnarasa.

JQH Madani juga telah mengadakan Dauroh Pembinaan Baca Kitab Kuning Metode Al-Miftah lil Ulum kepada para anggotanya. In syaa Allah event-event pembinaan al-Quran dan Kitab Kuning akan senantiasa menjadi program unggulan JQH Madani. Beberapa kegiatan dan perlombaan telah dilaksanakan salah satunya yaitu telah menjuarai LCC Nasional juara ke 2 di UNPAD Bandung

View this post on Instagram

Di usia-nya yang baru menginjak 4 bulan, JQH Madani dengan berbekal semangat belajar, niat menimba ilmu dan pengalaman, mencoba ikut berkompetisi di Pelombaan Antar Mahasiswa Tingkat Nasional, di Event Sahara PBA UIN Bandung. Di sana kami merasakan gairah fastabiqul khoirot yang luar biasa. Alhamdulillah, kami dapat menyaksikam bagaimana mahasiwa/i terbaik Indonesia menunjukkan talenta terbaiknya. Kami mendapat banyak sekali hikmah, dan pengalaman yang memotivasi kami untuk terus belajar dan memaksimalkan potensi diri. Betapa tidak mudah untuk meraih mimpi, untuk mengukir prestasi. Perlu gairah yang berdarah-darah, latihan yang benar-benar letih! Madania, Esok kita harus kembali ke tempat ini, dengan bekal persiapan yang lebih baik lagi..

A post shared by JQH MADANI STID SIRNARASA (@jqh_madani) on